Pengalaman Pribadi Trisha Selama di MEC Surabaya yang Menginspirasi

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, sahabat semuanya!
SALAM SATU JIWA GUYSS…

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji bagi Allah SWT atas karunia dan nikmat yang selalu mengiringi setiap langkah kita. Sholawat serta salam semoga selalu tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW, yang menjadi suri teladan terbaik dalam setiap sisi kehidupan.

Pengalaman Pribadi Trisha – Pada kesempatan kali ini, aku ingin berbagi pengalaman pribadi trisha yang paling berkesan, yaitu selama aku menimba ilmu di MEC Surabaya (Mandiri Entrepreneur Center).
Tapi sebelum masuk ke ceritanya, aku mau kenalan dulu, karena kata pepatah, tak kenal maka tak sayang.

Profil Singkat Aku

Perjalanan dari Kesulitan Menuju Kesuksesan

Perkenalkan, namaku Trisha Shofa Nabilah. Aku lahir di Kediri, 03 Februari 2007. Aku tinggal di Dusun Gondang, Desa Purworejo, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri. Sebelum masuk ke MEC, aku sekolah di MA Plus Hikmatul Mubtadi’ien.

Awalnya, aku tahu tentang MEC dari saudaraku,dia alumni MEC angkatan 8. Jujur, aku dulu nggak pernah membayangkan bakal melanjutkan ke sini setelah lulus MA. Dulu, cita-citaku adalah kuliah di perguruan tinggi negeri impianku. Tapi ternyata, Allah berkehendak lain.

Aku sempat diterima di UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, jurusan Psikologi. Namun, karena biaya UKT yang cukup besar dan aku punya saudara kembar yang juga ingin kuliah, akhirnya aku memutuskan untuk mengundurkan diri. Rasanya berat banget waktu itu.

Setelah diskusi panjang dengan kakakku, aku ditawari untuk masuk MEC. Awalnya aku ragu banget, karena aku pengen “bebas” dari kehidupan asrama maklum, aku sudah enam tahun mondok sejak lulus MI sampai MA. Tapi aku sadar, mungkin inilah cara Allah menjaga aku agar tidak terpengaruh pergaulan bebas.

Motoku sederhana tapi bermakna:

“Laa yukallifullahu nafsan illa wus’aha”
(Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.)

Dan ternyata benar. Saat hati yakin bahwa Allah punya rencana terbaik, langkah terasa jauh lebih ringan.

Awal Perjalanan di Dunia Santri

Pengalaman Langkah Pertama Menapaki Hidup Penuh Ilmu dan Kesabaran

Sebelum di MEC, aku menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Salaf Modern Banin Banat Al-Mubtadi’ien, di Kediri, Jawa Timur. Di sinilah aku belajar banyak hal, bukan cuma ilmu agama, tapi juga makna kesabaran dan perjuangan.

Ada satu syair nadhom yang selalu terngiang di kepala dan jadi motivasiku sampai sekarang:

“Tidak akan kalian mendapatkan ilmu yang bermanfaat, kecuali dengan enam syarat: cerdas, semangat, sabar, biaya, petunjuk ustadz, dan waktu yang lama.”

Kalimat sederhana, tapi sangat dalam. Dari situlah aku belajar bahwa ilmu itu butuh proses panjang, dan setiap langkah pasti punya makna.

Apa Itu MEC Surabaya?

Mencetak Pengusaha Muda Kreatif dan Mandiri.

Buat teman-teman yang belum tahu, MEC adalah singkatan dari Mandiri Entrepreneur Center.
MEC merupakan lembaga pendidikan yang didirikan oleh Yayasan Yatim Mandiri, yang memberikan beasiswa penuh kepada anak yatim dan dhuafa agar bisa melanjutkan pendidikan setelah SMA.

Visi Yatim Mandiri adalah menjadi lembaga terpercaya dalam membangun kemandirian yatim di Indonesia. Programnya luar biasa karena membantu banyak anak muda agar bisa hidup mandiri dan sukses di masa depan.

Meskipun pendidikan di MEC hanya satu tahun, tapi manfaatnya sangat besar. Banyak alumni yang sukses menjadi pengusaha muda. Di sini, kami diajarkan bagaimana cara hidup mandiri tanpa harus membebani keluarga. Bahkan setiap akhir pekan ada kegiatan entrepreneur di mana kami benar-benar belajar mencari uang sendiri!

Ada beberapa jurusan di MEC, yaitu:

  • Akuntansi & Administrasi Perkantoran
  • Desain Grafis
  • Bisnis Digital
  • Kuliner

Dan aku sendiri memilih Bisnis Digital, karena menurutku dunia digital itu sangat menarik dan punya masa depan cerah.

Masa MOPD di Kampus Kemandirian

Semangat, kebersamaan, dan inspirasi.

Hari pertama MOPD (Masa Orientasi Peserta Didik) di MEC benar-benar nggak akan pernah aku lupakan. Kalau di sekolah dulu MOS itu identik dengan tepuk yel-yel atau perkenalan guru, di MEC beda banget.

Di sini, kami bukan cuma dikenalkan dengan lingkungan kampus, tapi juga diberikan banyak insight dan motivasi tentang bagaimana mengenal potensi diri. Materinya disampaikan oleh orang-orang yang sudah sukses, jadi rasanya sangat menginspirasi.

Salah satu kegiatan paling menantang adalah Entrepreneur Challenge.
Kami dibentuk menjadi kelompok berisi lima orang, lalu ditantang untuk berjualan langsung di lapangan.

Kelompokku sempat bingung banget mencari ide jualan. Akhirnya kami menemukan pedagang rujak buah, lalu bernegosiasi untuk bantu jualkan dagangannya. Hari pertama, kami belajar banyak hal, mulai dari cara menawarkan, menghadapi penolakan, sampai menghitung untung.
Dan hasilnya? Alhamdulillah, lumayan laku! Dari situ kami jadi lebih semangat di hari-hari berikutnya.

Pengalaman Akademik di MEC Surabaya

Mandiri untuk Mencetak Pengusaha Puda Kreatif dan Mandiri.

Kegiatan akademik di MEC berlangsung dari Senin sampai Jumat, dari pagi hingga sore.
Di sinilah aku bertemu teman-teman baru dari berbagai daerah di Indonesia. Seru banget bisa saling mengenal budaya dan karakter yang berbeda-beda.

Dosen-dosennya juga keren-keren! Ada Ustadz Firman, Pak Tommy, dan Ustadz Muhaimin yang sabar banget membimbing kami dari nol.
Aku belajar banyak tentang dunia bisnis digital, mulai dari cara membangun brand, membuat konten, hingga memahami strategi marketing online.

Dulu aku nggak paham sama sekali soal digital marketing, tapi berkat bimbingan mereka, aku jadi lebih percaya diri dan paham bahwa dunia digital punya potensi besar.

Dari Malu Jadi Percaya Diri

Percaya diri untuk tampil apa adanya.

Awalnya, aku sama sekali nggak kebayang bakal berjualan dari rumah ke rumah.
Aku harus menjual kerupuk, kue, atau rujak buah ke orang-orang yang belum aku kenal.
Rasanya… malu banget dan nggak percaya diri. Tapi, mau nggak mau, aku harus berani keluar dari zona nyaman.

Hari pertama jualan adalah pengalaman paling mendebarkan. Aku bingung harus mulai dari mana, ngomong apa, dan gimana supaya orang mau beli. Tapi lama-lama, rasa malu itu hilang.
Aku belajar bahwa mencari uang itu nggak mudah, tapi justru di situlah letak pembelajarannya.

Dari kegiatan entrepreneur ini, aku jadi lebih percaya diri, lebih sabar, dan mental aku jauh lebih kuat. Aku juga belajar arti kerja sama dan solidaritas dari teman-teman satu kelompok.

Oh iya, berkat bimbingan Pak Satria, aku belajar bagaimana cara menawarkan produk dengan sopan dan profesional. Itu pengalaman berharga banget yang nggak aku dapat di sekolah biasa.

Menyentuh Hati dan Menenangkan Jiwa

Pengalaman spiritual yang menyentuh hati dan menenangkan jiwa.

Setiap malam Senin sampai Rabu, kami mengikuti kelas diniyah setelah salat Isya.
Di sini aku belajar banyak tentang ilmu agama: mulai dari fiqih, akidah, akhlak, hingga bab nikah.
Ustadz dan ustadzahnya luar biasa: Ustadzah Laila, Ustadz Ilman, dan Ustadz Hevny.

Ilmu yang mereka ajarkan bukan cuma teori, tapi juga tentang bagaimana menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Dari kegiatan diniyah ini aku semakin sadar bahwa ilmu agama itu penting banget sebagai bekal hidup di dunia dan akhirat.

Pengalaman Mengaji Tilawati

Pengalaman Spiritual yang Menyentuh Hati dan Menenangkan Jiwa.

Setiap pagi, setelah salat Dhuha, ada kegiatan mengaji Tilawati.
Awalnya aku kesulitan banget, karena baru di MEC aku belajar metode Tilawati. Tapi karena dilakukan setiap hari, lama-lama jadi terbiasa.

Suara lantunan ayat suci di pagi hari itu selalu menenangkan.
Bagiku, kegiatan mengaji ini bukan sekadar rutinitas, tapi cara untuk menenangkan hati dan mengingat Allah di setiap langkah.

Penuh Warna dan Kenangan

Tempat Penuh Warna dan Kenangan.

Tinggal di asrama itu benar-benar pengalaman yang penuh cerita.
Kadang nangis bareng, ketawa bareng, main game bareng semuanya campur aduk tapi indah banget.

Dari kehidupan asrama, aku belajar banyak tentang arti kebersamaan, tolong-menolong, dan memahami perbedaan karakter.
Aku juga menemukan sahabat-sahabat baru yang sudah seperti keluarga sendiri.
Mereka membuat hari-hariku lebih berwarna dan penuh tawa.

Kesan dan Pesan

Tentang Keteguhan, Harapan, dan Perubahan

Dari semua pengalaman di MEC Surabaya, aku belajar bahwa hidup itu tentang proses.
Kadang kita nggak selalu dapat apa yang kita mau, tapi selalu dapat apa yang kita butuh.
Aku yang dulu pengin bebas dari asrama, ternyata justru menemukan kebebasan yang sebenarnya, kebebasan dalam belajar, mengenal diri, dan bertumbuh.

Seperti kata pepatah yang aku pegang teguh:

“Jangan iri melihat orang lain sudah di puncak, karena kamu nggak tahu betapa dalam akarnya tumbuh sebelum bunganya mekar. Prosesmu mungkin lambat, tapi selama kamu terus melangkah, kamu pasti akan sampai.”

Penutup Inspiratif

Bagian Terindah dalam Perjalanan Hidupku.

Nah, itulah  PENGALAMAN PRIBADI TRISHA selama di MEC Surabaya.
Sebuah perjalanan penuh makna, tawa, air mata, dan pelajaran hidup yang tak tergantikan.
Aku berharap cerita ini bisa menjadi inspirasi buat teman-teman semua yang sedang berjuang meraih mimpi.

Ingat, setiap langkah kecilmu hari ini adalah bagian dari perjalanan besar menuju masa depanmu.
Percayalah, Allah selalu punya cara indah untuk setiap rencana-Nya.

Terima kasih sudah membaca ceritaku.
Semoga bermanfaat dan bisa memberi semangat baru buat kalian semua!

Leave a Comment

Exit mobile version